Thursday, 23 June 2016

Beggar Can't Be Chooser

Hidup sedehana *tariknapas* itu gue banget (menurut gue). Saat gue melempar ide tulisan gue ke Pitak, dia misuh-misuh dan bilang ceritanya gak hidup sederhana. Jadi menurut gue, hidup sederhana ala gue salah satunya adalah dengan beli barang-barang diskon. Iya kan? no? ihhh karena dengan beli barang diskonan, gue menghemat uang lebih banyak dibanding beli barang dengan harga normal. Iya kan???

Well kalo cerita gue ini gak seru, gue punya satu cerita yang gue inget dan ini adalah pengalaman pertama gue. Jadi dulu waktu kuliah, gue dengan soknya mau ikut Mapala, karena gue suka diving. Tapi sebagai orang yang gak pernah bersentuhan dengan gunung dan jalan-jalan sulit, ikutan Mapala membawa gue ke sebuah dunia baru yang gak gue kira sebelumnya *bahasanya*.

Jadi, sebagai salah satu persyararatan lulus jadi anggota, gue harus ikutan ekspedisi ke Gunung Wilis, yang kurang lebih membutuhkan waktu 10 hari. Sebagai orang tua yang gak pernah kehilangan kontak dengan anaknya barang sehari, emak-babeh gue mencak-mencak. Jadilah gue gak dikasih ijin ikut ekspedisinya. Sebagai gantinya, mentor gue membolehkan gue ikutan panitia charity buat anak SD di daerah setempat. Sebagai tim yang berangkat akhir-akhir, gue tinggal oke-oke aja apapun yang disuruh ama temen gue. Setelah persiapan selesai, berangkat lah kita ke Malang......dengan kereta......Matarmaja....Dahulu kala ini kereta ekonomi, ekonomi bangetttsss....Gue siyoook se siyok siyoknya....tapi gak mungkin lah gue menye-menye gak mau berangkat. Jadilah gue sok cool aja sepanjang perjalanan.

Nah, perjalanan ini memberikan gue pelajaran yang ngejedak banget, gimana kehidupan orang-orang di luar sana berjuang setiap harinya. Di Matarmaja itu, isinya bermacem-macem orang sampe hewan. Di tempat duduk gue yang mestinya untuk 2 orang, diisi juga sama ibu-ibu tua yang katanya sih nebeng, karena ga beli tiket. Di deket pintu, ada beberapa ayam yang diiket kakinya. Gue lupa ada kambing ato gak di TKP waktu itu. Intinya, hidup gak selalu warna-warni merah kuning ijo cerah berseri dan penuh dengan angin-angin cepoi-cepoi. Kadang kita harus siap sama hidup panas kepanasan, dingin kedinginan. Apapun itu, eat that alive!! Yah....beggar can't be chooser lah *lirikPitak*

ps: tulisah ini bukan bertujuan untuk overshoot blog Farida hehehe piss

3 comments:

Pradany Hayyu said...

Aaah wiliiis. Sekarang matarmaja udah bagus, udah ga ada ayam2, udah ga bobroks. Mau coba mel? Hihihi

Wardah Adina said...

Gw inget pas mau ke Tulungagung kmarin gw mesen Matarmaja karena gw liat murah, trus Dandoh males jadinya dibeliin tiket pesawat XD ah gak jadi naik deh.

Jessie said...

beuh, amel... pantesan, udah biasa lah ya di poppies hahahahahahahaha